Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

20 April 2010

Pekerjaan

Pekerjaan, jabatan itu amanah
langsung dari yang Maha Kuasa
Bukan dari bupati
ataupun kepala negeri

Jika hari ini diberikan,
berarti kita bisa melaksanakan kewajiban
Jika hari ni diambil, berarti kita belum mampu menunaikan

Jangan khawatir kawanku,
jangan risau dengan rejeki
asalkan niat, mampu dan dengan ilmu
Pasti Alloh akan memberi

Dimanapun, Kapanpun
selama rejeki yang kita makan itu baik dan halal
Insya Alloh hati kita akan tenang dan tentram

Buat apa punya mobil tiga
tanah tak terukur, namun
semua itu dari hasil korupsi
memakan harta rakyat kecil

Tidak akan barokah,
tidak akan selamat dunia dan akhirat

Hanya dengan ilmu
Alloh pasti akan mengangkat
derajat hamba-Nya

20 Mei 2009

Jalan Tak Setujuan


Sore itu
Kita berjalan-jalan
Dalam buaian mentari yang meredup
Angin sepoi-sepoi mengelus hatiku
yang tengah meletup-letup
Apakah aku akan jujur padanya?
Ataukah hanya kusimpan dalam hati saja?

Sore itu
Kuberanikan mengutarakan isi hatiku
tentang perasaanku padanya
Entah diterima atau ditolak
aku tak peduli
Dia hanya tersenyum menunduk
jawabnya "maaf, aku sudah ada yang punya
kita sahabatan saja ya"

Remuk hatiku, harapanku musnah
seiring dengan tenggelamnya sang surya
Angin sepoi-sepoi masih membelai hatiku
sabar katanya padaku

Sore itu
Aku mencoba tuk tersenyum
Namun jalan yang kulalui tahu
betapa nelangsanya hatiku

Sore itu
Aku belajar tentang patah hati
Ternyata jalan yang kita tempuh berbeda
tak setujuan

Matahari telah bersiap tuk istirahat
pertanda sore kan jadi malam
seiring dengan cahaya dalam hatiku
pelan-pelan sirna, padam

Banjarnegara, 19 Mei 2009

14 Mei 2009

Kangen


Perasaan itu berkecamuk
memunculkan perasaan-perasaan buruk

Pikiran itu mengamuk
ibarat di kepalaku ada ribuan nyamuk

Nguiiiiing….

Suara itu berdengung
menusuk jantungku secara langsung

Ya Allah
Apakah ini kangen namanya?
dilanda sepi, ingin berjumpa
dengan putri dan istriku tercinta

Gusnov : tuk Nadia n Tri, i miss u…
Banjarnegara, April 2009

Mother in Law


Engkau tidak melahirkanku
tapi engkau menyayangiku

Engkau tidak menyusuiku
tapi menumpahkan seluruh kasihmu padaku

Engkau bahkan ikhlas menitipkan putriku
padaku

Sebutan ibu mertua
hanya label dunia

Namun sejatinya
juga ibuku, akhirat dan dunia

Gusnov : cepet sembuh ya bu
Banjarnegara, April 2009

07 April 2009

Rian


Rian,
bolehkah kupanggil nama itu?

Rian,
setahun kemarin kita telah bersua
namun hanya sementara

Rian,
setahun kemarin bapak telah sempat menggendongmu
meski hanya sekejap saja

Namun pertemuan kita akan kuingat selamanya
Gendongan itu kan ku kenang sepanjang masa

Yakinlah kita kan bersatu
di surga milik Alloh tentu

23 Februari 2009

mereka yang terbuai

mereka yang terbuai
oleh dentuman musik
teriakan yang sahut-menyahut
mengiringi mereka yang terbuai

tak tahukah mereka
bahwa tidak ada kebebasan yang sebebas-bebasnya
kebebasan yang selalu terbatasi oleh kebebasan yang lain

tak tahukah mereka
bahwa semua yang dilakukan
pasti dimintai pertanggungjawaban

Kalau tidak didunia, pasti setelahnya

banjarnegara, 13-12-2008

21 Februari 2009

Robek

Anakku
waktu kulihat
robekan di bajumu
aku tercekat
kaget

Anakku
kusadari ternyata
aku bapak yang tidak perhatian
yang selalu kerja
baik di kantor dan rumah

Anakku
jika nanti bapakmu
memiliki sedikit rejeki
yang halal dan barokah
akan kuganti bajumu
dengan ijin Alloh

Maafkan bapakmu
yang selama ini
telah melalaikanmu

24 November 2008

Jalan yang Tidak kutempuh


Jalan yang Tidak kutempuh
(The Road Not Taken)

Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar;

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus,
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipan tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputannya,

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik.
Oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain!
Meski tahu semua jalan berkaitan,
Aku ragu akan pernah kembali.

Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang;
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku-
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
Dan itu mengubah segalanya.

Robert Frost [1916]

15 Mei 2008

Puisi Ketika


Ketika

Ketika ruang dan waktu berhenti bergerak,
aku terpaku ditempat
ku cermati dua bintang yang berkilauan,
satu bintang teramat terang, karena telah lama benderang
satu bintang lagi bersinar agak terang, namun cukup menyilaukan

Jika ruang dan waktu berhenti bergerak,
aku tetap akan memeluk kedua bintang itu
meski jantungku berhenti berdetak.