oleh Zaenul Arifin
Rukun Puasa
1. Niat
2. Meninggalkan makan dan minum dari terbit fajar (sebelum adzan subuh) sampai dengan terbenamnya matahari (setelah adzan maghrib)
Hal-hal yang membatalkan puasa
1. masuknya sesuatu dari mulut dan hidung
2. muntah
3. murtad
4. berhubungan suami istri (jika hal ini dilakukan maka diharuskan memerdekakan budak atau membayar puasa selama 2 bulan tanpa putus)
Tingkatan orang yang berpuasa
1. orang awam (hanya meninggalkan makan minum saja)
2. orang khusus/ khos (meninggalkan makan minum dan menjaga anggota tubuhnya dari maksiat)
3. orang yang sangat istimewa (meninggalkan makan minum, menjaga anggota tubuhnya dari maksiat dan menjaga hatinya hanya untuk Alloh SWT)
Dalam bulan romadhon, 10 hari pertama penuh dengan rahmah, 10 hari kedua penuh dengan ampunan dan 10 hari terakhir bebas dari api neraka.
Hari baik untuk menikah :
1. Kamis malam Jumat
2. Selasa malam Rabu
3. Rabu malam Kamis
Malam Lailatul Qodar :
a. Pahala dilipatgandakan 1000 kali
b. biasanya terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan
Ciri-ciri umum malam Lailatul Qodar
a. terang benderang
b. tidak gerimis
c. tidak ada kicau burung
Ciri-ciri khusus malam Lailatul Qodar
a. Sejak subuh sudah ada tanda-tanda
b. adanya semangat untu melaksanakan amal soleh
c. ibadah terasa nikmat
Orang yang boleh tidak puasa namun hanya membayar fidyah saja
a. orang tua
b. orang yang sakit terus menerus
Jika perempuan hamil/ menyusui sebenarnya kuat berpuasa namun karena kasihan kepada anak/ bayi yang dikandungnya maka wajib mengganti puasa dan membayar fidyah. Namun jika tidak kuat berpuasa hanya mengganti puasa saja.
27 Agustus 2009
Belajar kalkulus yuk
Assalamualaikum wr. wb.
Dulu waktu SD, saya paling benci dengan pelajaran matematika. Imbasnya pada nilai yang naik turun. Kadang baik, kadang turun. Kelas 1,2 dan 3 SD nilaiku standar. Ada pengalaman menarik waktu kelas 2 SD. Ketika itu sedang membahas pecahan. Aku bingung dengan konsep itu. Untungnya ada bapakku, Sumaharto, yang mengenalkan materi tersebut dengan cara yang berbeda.
Bapak mengambil tempe goreng, kemudian membaginya menjadi 2. Beliau bilang tempe ini mulanya satu, kemudian dibagi 2 sehingga tiap-tiap bagian menjadi setengah. Setelah itu, bagian 1/2 tersebut dibagi menjadi 2 lagi sehingga bernilai 1/4. Kemudian beliau membaginya lagi sehingga menjadi 1/8 dan dimakan olehku katanya. Oooo ternyata begitu to.
Namun sayang ketika pindah ke mangkang, aku mulai ngga suka lagi sama matematika. Bahkan ketika hari pertama masuk SD, aku sama sekali tidak bisa mengerjakan paragapit (pembagian secara manual). Aku malu sekali. Sejak hari itu, aku tambah benci sama matematika. Dalam benakku, tertanam pemikiran bahwa matematika adalah pelajaran tersulit. Dampaknya jelas, nilaiku turun drastis.
Sekali lagi, bapakku memotivasiku dengan pendekatan yang berbeda. Bapakku bertanya "siapa siswa terpandai di SDmu?" "Widi pak" jawabku. "Widi kalau dirumah makannya apa?" tanya bapak, "Nasi pak". Beliau melanjutkan "Bagus makan apa?". "Nasi pak?" jawabku masih belum mengerti. "Kalau sama-sama makan nasi, mengapa Bagus tidak bisa sepintar Widi?" tanya Bapak mengejarku. Sejak hari itu, aku mulai mencintai matematika, apapun yang terjadi. Motivasi dari bapakku berbuah manis. Alhamdulillah, pada saat ebtanas, nilai matematikaku 9.
Kecintaanku pada matematika, kalau digambarkan dengan grafik, pasti akan naik turun. Pada saat kuliah aku berhadapan dengan kalkulus. Pelajaran apa itu kataku dalam hati. Namun karena aku terlalu banyak bermain dan terlalu tergantung pada temanku yang pandai, akhirnya nilaiku C. Pernah kucoba untuk mengulang, namun bahkan dapat D. Ternyata aku masih terperosok ke lubang yang sama, terlalu sering bermain.
Sampai sekarang aku masih penasaran dengan kalkulus. Mengapa bisa sesulit itu? bagaimana menaklukkannya? Dengan blog ini, aku tidak merasa pintar (bahkan kelihatan bodohnya) dalam kalkulus. Aku hanya ingin berbagi tentang apa yang kutahu mengenai kalkulus. Meskipu sedikit mungkin bermanfaat bagi pembaca.
Dulu waktu SD, saya paling benci dengan pelajaran matematika. Imbasnya pada nilai yang naik turun. Kadang baik, kadang turun. Kelas 1,2 dan 3 SD nilaiku standar. Ada pengalaman menarik waktu kelas 2 SD. Ketika itu sedang membahas pecahan. Aku bingung dengan konsep itu. Untungnya ada bapakku, Sumaharto, yang mengenalkan materi tersebut dengan cara yang berbeda.
Bapak mengambil tempe goreng, kemudian membaginya menjadi 2. Beliau bilang tempe ini mulanya satu, kemudian dibagi 2 sehingga tiap-tiap bagian menjadi setengah. Setelah itu, bagian 1/2 tersebut dibagi menjadi 2 lagi sehingga bernilai 1/4. Kemudian beliau membaginya lagi sehingga menjadi 1/8 dan dimakan olehku katanya. Oooo ternyata begitu to.
Namun sayang ketika pindah ke mangkang, aku mulai ngga suka lagi sama matematika. Bahkan ketika hari pertama masuk SD, aku sama sekali tidak bisa mengerjakan paragapit (pembagian secara manual). Aku malu sekali. Sejak hari itu, aku tambah benci sama matematika. Dalam benakku, tertanam pemikiran bahwa matematika adalah pelajaran tersulit. Dampaknya jelas, nilaiku turun drastis.
Sekali lagi, bapakku memotivasiku dengan pendekatan yang berbeda. Bapakku bertanya "siapa siswa terpandai di SDmu?" "Widi pak" jawabku. "Widi kalau dirumah makannya apa?" tanya bapak, "Nasi pak". Beliau melanjutkan "Bagus makan apa?". "Nasi pak?" jawabku masih belum mengerti. "Kalau sama-sama makan nasi, mengapa Bagus tidak bisa sepintar Widi?" tanya Bapak mengejarku. Sejak hari itu, aku mulai mencintai matematika, apapun yang terjadi. Motivasi dari bapakku berbuah manis. Alhamdulillah, pada saat ebtanas, nilai matematikaku 9.
Kecintaanku pada matematika, kalau digambarkan dengan grafik, pasti akan naik turun. Pada saat kuliah aku berhadapan dengan kalkulus. Pelajaran apa itu kataku dalam hati. Namun karena aku terlalu banyak bermain dan terlalu tergantung pada temanku yang pandai, akhirnya nilaiku C. Pernah kucoba untuk mengulang, namun bahkan dapat D. Ternyata aku masih terperosok ke lubang yang sama, terlalu sering bermain.
Sampai sekarang aku masih penasaran dengan kalkulus. Mengapa bisa sesulit itu? bagaimana menaklukkannya? Dengan blog ini, aku tidak merasa pintar (bahkan kelihatan bodohnya) dalam kalkulus. Aku hanya ingin berbagi tentang apa yang kutahu mengenai kalkulus. Meskipu sedikit mungkin bermanfaat bagi pembaca.
Qiyamul Lail
oleh ustadz A. Mubasyir Ali
Pengajian tanggal 6 Agustus 2009
Janji Alloh jika seorang hambanya beribadah pada 1/3 malam yang terakhir :
1. memberi ampunan kepada hamba-Nya yang meminta ampun
2. memberikan yang diminta oleh hamba-Nya
3. mengabulkan doa hamba-Nya
Etika sholat malam :
1. niat
2. wudlu
3. siwak
4. melaksanakan sholat dua rakaat ringan
5. membaca surat Ali Imron ayat 190-200
6. disunahkan melakukan 11 rakaat yaitu 8 rakaat dan 3 witir
7. membangunkan keluarga terdekat seperti suami, istri, anak
8. berdoa, memohon ampunan bagi keluarga dan orang lain
Pengajian tanggal 6 Agustus 2009
Janji Alloh jika seorang hambanya beribadah pada 1/3 malam yang terakhir :
1. memberi ampunan kepada hamba-Nya yang meminta ampun
2. memberikan yang diminta oleh hamba-Nya
3. mengabulkan doa hamba-Nya
Etika sholat malam :
1. niat
2. wudlu
3. siwak
4. melaksanakan sholat dua rakaat ringan
5. membaca surat Ali Imron ayat 190-200
6. disunahkan melakukan 11 rakaat yaitu 8 rakaat dan 3 witir
7. membangunkan keluarga terdekat seperti suami, istri, anak
8. berdoa, memohon ampunan bagi keluarga dan orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)