18 September 2009

Ilmu Dagang dari pak Ali, penjual sate madura

Kemarin sore, selepas maghrib, Nadia menginginkan sate ayam. Karena sudah punya langganan sate, akhirnya aku meluncur ke pasar Banjarnegara. Setibanya disana, aku langsung pesan sate Rp. 10.000,-. Tiba-tiba dari arah belakang, muncullah pak Ali. Kupikir mungkin pak Ali habis mengerjakan sholat maghrib dan ternyata benar. Setelah itu kami mengobrol sambil menunggu pesananku selesai.

Pak Ali bercerita bahwa beliau sudah 12 tahun di Banjarnegara dimana 8 tahun awalnya dilalui dengan perjuangan yang berat dan 4 tahun dilaluinya dengan cukup enak. Alhamdulillah, perjuangan beliau membuahkan hasil sebuah rumah. Beliaupun tak segan menularkan ilmu dagangnya, siapa tahu saya atau istri mampu mengembangkan sebuah home industry. Menurut beliau, dalam berjualan, ada 3 aspek yang harus diperhatikan :

1. Rasa. Dalam berjualan kuliner, rasa adalah penarik pelanggan. Sebaiknya rasa tersebut haruslah unik, lain daripada yang lain sehingga pelanggan akan mencari kita. Sebagai contoh, meskipun sama-sama jualan sate namun rasanya enak dan unik, maka orang akan datang berduyun-duyun mencari produk kita. Jika rasa dari barang yang kita jual enak dan diakui pelanggan, tentu orang tersebut akan menularkan pengalamannya ke orang lain. Gethok tular dalam bahasa jawa. Hal ini akan menguntungkan kita karena menekan biaya promosi.

2. Harga. Setelah diketahui umum bahwa barang dagangan kita enak, salah satu variabel yang penting adalah harga. Yang penting menurut beliau, harga barang yang kita jual sebaiknya standar saja, tidak kemahalan dan tidak kemurahan. Jika kita menginginkan laba, lebih baik sedikit saja asalkan modal tetap berputar. Yang perlu ditekankan disini, harga yang kita kenakan terhadap pelanggan kita entah itu baru atau lama harus sama. Misalkan kita tahu si A adalah pelanggan baru, kemudian karena ingin laba yang besar, akhirnya harga barang kita dinaikkan. Hal ini akan mematikan bisnis kita secara perlahan-lahan.

3. Pelanggan. Layani setiap pelanggan dengan baik (mungkin dengan senyum simetris ala ESQ) entah itu baru ataupun lama. Percuma kalau rasa barang dagangan kita enak, harga murah namun pelayanannya tidak baik akhirnya akan menjauhkan pembeli. Salah satu solusinya dengan mengajak ngobrol pelanggan kita dengan tulus karena beliau yakin hal ini menimbulkan suatu ikatan dengan pelanggan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar